Tampilkan postingan dengan label Tips Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Februari 2015

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Asma Pada Anak

               Penyakit asma pada anak seringkali terjadi yang disebabkan oleh berbagai macam hal. Penyakit asma menyerang pada anak karena kekebalan tubuh anak belum sempurna. Sehingga penyakit asma bisa mudah menyerang.

Penyakit asma adalah kondisi yang disebabkan oleh penyempitan saluran pernapasan kecil (bronchi) di paru-paru yang terjadi karena dinding saluran mengalami pembengkakan dan peradangan. Udara menjadi lebih sulit untuk lewat dan hal ini menyebabkan terjadinya mengi, batuk, serta masalah lain dalam pernapasan. Mengi akan dialami 1 dari 4 anak selama masa kanak-kanaknya. Dengan penanganan yang tepat, hampir semua asma pada anak dapat ikut serta dalam aktivitas olah raga dan menjalani hidup yang aktif.

Dunia Alat Kedokteran

Gejala Penyakit Asma Pada Anak
Beberapa gejala asma pada anak yang paling umum adalah: Batuk.
Batuk umumnya terjadi di malam hari, dini hari, saat cuaca dingin, dan saat beraktivitas fisik. Napas yang terdengar seperti bunyi peluit dan juga kesulitan bernapas.

Gejala asma pada anak akan berlangsung selama 2-3 hari, atau bahkan lebih. Setelah serangan asma membaik, anak akan membutuhkan pereda serangan 3-4 kali per hari hingga batuk dan mengi menghilang.

Pemicu Asma Pada Anak
Penyebab asma pada anak seringkali tidak diketahui. Asma umum ditemui menurun dalam keluarga. Dan asma dapat berhubungan dengan kondisi lain seperti eksim (eczema) dan alergi. Beberapa pemicu serangan asma adalah sebagai berikut : Flu. Pemicu asma paling umum adalah infeksi saluran napas yang disebabkan virus. Infeksi virus umum terjadi pada anak-anak sekitar 6-8 kali dalam setahun. Jika seorang anak rentan terhadap asma, ia akan mengalami mengi dan batuk-batuk pada waktu-waktu tersebut.

Virus tidak dapat dibunuh dengan antibiotik, karena itu antibiotik tidak dibutuhkan pada serangan asma ini. Aktivitas fisik, perubahan cuaca, asap rokok, kutu yang ditemukan pada debu rumah, serbuk sari bunga, hewan peliharaan.
Serangan asma dapat dicegah dengan menghindari pemicunya. Karena itu, jika pemicu diketahui, pemicu tersebut sedapat mungkin harus dihindari.

Penanganan Asma Pada Anak
Asma Pada Anak biasanya dapat dikontrol dengan obat yang tepat. Dua tipe obat yang digunakan pada anak-anak adalah : Pereda serangan (reliever). Jenis obat ini bekerja cepat dan bermanfaat dalam serangan akut.

Sebagian besar asma pada anak yang mengalami mengi saat sedang terinfeksi virus tidak membutuhkan terapi apapun di antara serangan. Jika anak mengalami batuk atau mengi lebih dari sekali seminggu di malam hari atau saat beraktivitas fisik, anak tersebut mungkin membutuhkan obat pencegah serangan.

Asma Pada Anak bisa dihindari dengan membiasakan anak untuk berpola hidup sehat. Dengan begitu sistem kekebalan tubuh anak meningkat dan penyakitpun susah untuk masuk ke tubuh anak. (Sumber : resep.web.id).

Info artikel menarik lain silahkan baca Penyebab Terjadinya Kanker Paru Paru.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk info peluang bisnis masakan Jepang Okonomiyaki dan Takoyaki silahkan pelajari info detailnya DISINI.

Rabu, 11 Februari 2015

Penyebab Penyakit TBC

           Penyakit TBC (Tuberculosis) merupakan suatu penyakit yang tergolong dalam infeksi yang disebabkan oleh bakteri mikobakterium tuberkulosa. 
Penyakit TBC (Tuberculosis) dapat menyerang pada siapa saja.

Penyebab Penyakit TBC
Penyakit TBC (Tuberculosis) disebabkan oleh bakteri mikobakterium tuberkulosa, Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Jenis bakteri ini pertama kali ditemukan oleh seseorang yang bernama Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, Untuk mengenang jasa beliau maka bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan penyakit TBC pada paru-paru pun dikenal juga sebagai Koch Pulmonum (KP).

Dunia Alat Kedokteran
Cara Penularan Penyakit TBC (Tuberculosis)
Penularan penyakit TBC adalah melalui udara yang tercemar oleh Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan / dikeluarkan oleh si penderita TBC saat batuk, dimana pada anak-anak umumnya sumber infeksi adalah berasal dari orang dewasa yang menderita TBC. Bakteri ini masuk kedalam paru-paru dan berkumpul hingga berkembang menjadi banyak (terutama pada orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah), Bahkan bakteri ini pula dapat mengalami penyebaran melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening sehingga menyebabkan terinfeksinya organ tubuh yang lain seperti otak, ginjal, saluran cerna, tulang, kelenjar getah bening dan lainnya meski yang paling banyak adalah organ paru.

Masuknya bakteri mikobakterium tuberkulosa kedalam organ paru menyebabkan infeksi pada paru-paru, dimana segera terjadi pertumbuhan koloni bakteri yang berbentuk bulat (globular). Dengan reaksi imunologis, sel-sel pada dinding paru berusaha menghambat bakteri TBC ini melalui mekanisme alamiah yang membentuk jaringan parut. Akibatnya bakteri TBC tersebut akan berdiam / istirahat (dormant) seperti yang tampak sebagai tuberkel pada pemeriksaan X-ray atau photo rontgen.

Seseorang dengan kondisi daya tahan tubuh (Imun) yang baik, bentuk tuberkel ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Lain hal pada orang yang memilki sistem kekebelan tubuh rendah atau kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Sehingga tuberkel yang banyak ini berkumpul membentuk sebuah ruang didalam rongga paru, Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (riak/dahak). Maka orang yang rongga parunya memproduksi sputum dan didapati mikroba tuberkulosa disebut sedang mengalami pertumbuhan tuberkel dan positif terinfeksi TBC.

Berkembangnya penyakit TBC di Indonesia ini tidak lain berkaitan dengan memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV. Hal ini juga tentunya mendapat pengaruh besar dari daya tahan tubuh yang lemah / menurun, virulensi dan jumlah kuman yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC.

Gejala Penyakit TBC
Gejala penyakit TBC digolongkan menjadi dua bagian, yaitu gejala umum (sistemik) dan gejala khusus. Sulitnya mendeteksi dan menegakkan diagnosa TBC adalah disebabkan gambaran secara klinis dari penderita yang tidak khas, terutama pada kasus-kasus baru.

1. Gejala umum (Sistemik)
- Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. - - Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
- Penurunan nafsu makan dan berat badan.
- Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).
- Perasaan tidak enak (malaise), lemah.

2. Gejala khusus (Khas)
- Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara “mengi”, suara nafas melemah yang disertai sesak.
- Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada.
- Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah.
- Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.
- Pada penderita usia anak-anak apabila tidak menimbulkan gejala, Maka TBC dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Sekitar 30-50% anak-anak yang terjadi kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah.

Pengobatan Penyakit TBC
Pengobatan bagi penderita Penyakit TBC akan menjalani proses yang cukup lama, yaitu berkisar dari 6 bulan sampai 9 bulan atau bahkan bisa lebih. Penyakit TBC dapat disembuhkan secara total apabila penderita secara rutin mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter dan memperbaiki daya tahan tubuhnya dengan gizi yang cukup baik.

Selama proses pengobatan, untuk mengetahui perkembangannya yang lebih baik maka disarankan pada penderita untuk menjalani pemeriksaan baik darah, sputum, urine dan X-ray atau rontgen setiap 3 bulannya. Adapun obat-obatan yang umumnya diberikan adalah Isoniazid dan rifampin sebagai pengobatan dasar bagi penderita TBC, namun karena adanya kemungkinan resistensi dengan kedua obat tersebut maka dokter akan memutuskan memberikan tambahan obat seperti pyrazinamide dan streptomycin sulfate atau ethambutol HCL sebagai satu kesatuan yang dikenal ‘Triple Drug’. (infopenyakit.com).

Info artikel menarik lain silahkan baca Terjadinya Penyakit Pneumonia.

---------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk info peluang bisnis masakan Jepang Okonomiyaki dan Takoyaki silahkan pelajari info detailnya DISINI.

Selasa, 10 Februari 2015

Awas! Gejala Asma Bisa Menyerang Anda

           Awas gejala asma bisa menyerang Anda. Asma merupakan salah satu penyakit menular, penularannya dari orang ke orang dan biasanya melalui udara. Misalnya penderita asma batuk atau bersih, otomatis virus asma menyebar melalui udara dan dihirup oleh orang yang sehat.

Gejala asma pada penderita muncul ketika saluran udara pada sistem pernapasan menjadi ketat, terangsang, atau terisi dengan lendir. Gejala asma umum antara lain batuk (terutama pada malam hari), mengi, sesak napas, sesak pada dada, atau terasa tertekan.

Dunia Alat Kedokteran
Tidak setiap orang dengan asma mempunyai gejala yang sama dengan cara yang sama. Penderita penyakit asma mungkin tidak memiliki semua gejala ini, atau mungkin memiliki gejala asma yang berbeda pada waktu yang berbeda. Gejala penyakit asma juga dapat bervariasi dari satu serangan asma ke serangan berikutnya.

Beberapa orang dengan penyakit asma dapat terdiagnosis untuk waktu yang lama tanpa gejala apapun. Selain itu, beberapa orang mungkin hanya mendapat gejala asma selama latihan atau asma dengan infeksi virus seperti pilek. Serangan asma ringan bersifat umum, biasanya saluran udara dalam waktu beberapa menit sampai beberapa jam terbuka. Sedangkan serangan berat kurang umum tetapi bertahan lebih lama dan memerlukan bantuan medis segera. Adalah penting untuk mengenali dan mengobati gejala asma bahkan yang ringan sekalipun untuk membantu mencegah episode asma parah dan tetap di bawah kontrol yang lebih baik.

Mengetahui Awal Gejala Asma
Tanda-tanda peringatan dini adalah perubahan yang terjadi tepat sebelum atau pada awal serangan asma. Tanda-tanda ini dapat dimulai sebelum terkenal gejala asma dan merupakan tanda-tanda awal bahwa asma akan memburuk.

Secara umum, tanda-tanda ini tidak cukup parah untuk menghentikan aktifitas sehari-hari. Tapi dengan terjadinya tanda-tanda ini, kita dapat menghentikan serangan asma atau mencegah salah satunya agar tidak semakin memburuk. Tanda-tanda peringatan dini gejala asma meliputi :
- Sering batuk, terutama pada malam hari
- Kehilangan napas Anda dengan mudah atau sesak napas
- Merasa sangat lelah atau lemah saat berolahraga
- Mengi atau batuk setelah latihan
- Merasa lelah, mudah marah, atau menggerutuGambar Waspadai Bila Gejala Asma Menyerang Anda
- Penurunan atau perubahan fungsi paru-paru yang diukur pada puncak arus meter
- Tanda-tanda pilek atau alergi (bersin, pilek, batuk, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan sakit kepala)
- Masalah tidur

Data-data diatas tidak mutlak merupakan gejala asma dini, namun tidak ada salahnya untuk memeriksakan kondisi tersebut kepada dokter atau tim medis, apalagi jika kemudian hari kondisi tersebut menjadi semakin parah. Mencegah lebih baik dibandingkan mengobati bukan?

Info artikel menarik lain silahkan baca Penyebab Terjadinya Salesma (Common Cold).

------------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk info peluang bisnis masakan Jepang Okonomiyaki dan Takoyaki silahkan pelajari info Detailnya DISINI.

Kamis, 05 Februari 2015

Non Perokok Juga Bisa Terkena Kanker Paru-Paru

           Ternyata penyakit kanker paru-paru bisa diderita tidak hanya oleh para perokok saja, tetapi yang bukan perokokpun bisa menderita penyakit ini. Karena itu, selalu menjaga kesehatan dengan membiasakan diri melakukan gaya hidup sehat sudah menjadi keharusan. Dengan begitu, kita bisa terhindar dari berbagai penyakit yang berbahaya.

Sekitar 6.000 orang bukan perokok didiagnosis kanker paru-paru setiap tahunnya. Sebagian besar adalah kaum wanita dan wanita Asia beresiko paling tinggi.
Dunia Alat Kedokteran

Meski kemungkinan seorang bukan perokok untuk terkena kanker paru lebih kecil dibanding perokok, tetapi data di Inggris menunjukkan 41.500 kasus baru kanker payudara ditemukan setiap tahunnya. Sekitar 14 persen, atau 6.000 kasus tidak terkait dengan kebiasaan merokok.

Kebanyakan pasien kanker paru yang bukan perokok adalah kaum wanita. Secara anekdoktal, kami melihat makin banyak pasien wanita yang tak pernah merokok tapi terdiagnosis kanker paru, dibandingkan dengan 10 tahun lalu.

Apa yang menyebabkan kondisi tersebut belum sepenuhnya diketahui. Tetapi para ilmuwan menduga ada kaitannya dengan faktor genetik yang dikombinasikan dengan paparan zat-zat pemicu kanker, misalnya asbestos, gas radon, bahan pelarut, asap buangan mesin diesel, hingga asap rokok orang lain.

Faktor risiko lain adalah terapi radiasi ke dada untuk penyakit lain seperti kanker payudara atau limfoma. Bisa juga dari luka paru-paru yang berasal dari kondisi medis sebelumnya.

Menurut Deputi British Lung Foundation, kanker paru-paru selalu dihubungkan dengan merokok. Padahal sebelum kebiasaan merokok menyebar pada awal abad 20, penyakit ini kerap menimpa wanita bukan perokok.

Orang yang tidak merokok biasanya menderita adenokarsinoma atau sel kanker paru tidak kecil. Kondisi ini terjadi di kelenjar yang memproduksi lendir pada jalan masuk udara ke paru-paru. Mereka yang tekena kanker adenokarsinoma ini juga mengalami kesalahan genetik pada protein di permukaan sel yang memicu pertumbuhan sel.

Sementara itu, beberapa penelitian masih berlangsung untuk mengenali apa penyebab kanker paru pada bukan perokok. Tetapi mencari dana untuk penelitian ini juga tak mudah karena kanker paru sering dianggap sebagai penyakit yang dicari sendiri oleh perokok.

Diagnosa dini memang berperan besar dalam kesembuhan kanker, tetapi dalam kasus penyakit paru ini bukan hal yang mudah.

Masalahnya paru tidak memiliki ambang sakit sehingga tak akan memberi peringatan jika ada sesuatu yang salah. Tidak ada gejala kanker paru yang spesifik dan sulit menentukan apakah batuk atau sesak napas yang diderita karena kanker atau bukan.

Ia menambahkan, yang memprihatinkan adalah saat batuk membandel tak kunjung sembuh, penyakitnya mungkin sudah ganas. Pada 70 persen pasien yang berobat ke dokter, penyakitnya sudah berkembang serius.

Pemeriksaan standar seperti rontgen paru pun terkadang tak mampu menemukan sel-sel kanker. Rontgen paru punya kelemahan karena dua dimensi. Sehingga ada area tertentu, misalnya di belakang jantung, yang tak terlihat.

Meski begitu pemeriksaan pendukung dengan CT-scan biasanya cukup membantu. Karena itu sebaiknya lakukan pemeriksaan jika batuk tidak sembuh lebih dari tiga minggu atau ada penurunan berat badan tanpa sebab. (Sumber : kompas.com)

Info artikel menarik lain silahkan baca Gambar Struktur Organ Paru-Paru.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk info peluang bisnis masakan Jepang Okonomiyaki dan Takoyaki, silahkan pelajari info detailnya DISINI.

Selasa, 03 Februari 2015

Manfaat Buah Segar Untuk Membersihkan Paru-Paru

           Paru-paru sehat adalah suatu hal yang di inginkan oleh semua orang. Sebab paru-paru sehat berarti paru-paru yang belum terkontaminasi oleh zat beracun atau oleh penyakit paru-paru. Buah-buahan adalah makanan yang bisa membuat paru-paru sehat.

Jika tenggorokan sering berlendir, batuk atau radang? Jangan keburu mencari obat dan panik. Ada cara gampang buat memelihara kesehatan alat pernafasan. Konsumsi buah segar tertentu bakal bikin pernafasan jadi lebih sehat dan kuat. Bagaimana bisa?

Dunia Alat Kedokteran
Gangguan pernapasan dengan gejalanya seperti batuk-batuk, sesak napas, atau sakit di daerah dada dapat sangat mengganggu aktivitas. Jangan keburu menelan obat, ada cara sederhana untuk mencegahnya.

Ternyata ada cara sederhana untuk mengurangi gangguan pernafasan. Dengan mengkonsumsi buah-buahan segar, paru-paru sehat lebih bisa terjaga dan gangguan fungsi pernafasan otomatis akan berkurang atau lenyap. Buah segar apa saja yang sebaiknya dikonsumsi agar Paru-paru Sehat?

1. Buah Jeruk
Vitamin C yang terdapat dalam buah ini dapat membantu mencegah kerusakan akibat radikal bebas yang memicu radang paru-paru. Buah-buahan seperti jeruk, lemon dan limau secara alami memiliki anti inflamasi yang dapat mengurangi pembengkakan jaringan paru-paru seperti asma. Vitamin C juga berperan baik untuk meningkatkan kesehatan paru-paru, dan dapat mengurangi resiko penyakit paru obstruktif kronik pada perokok.

2. Buah Berry
Jenis buah berry seperti blackcurrant, blueberry dan strawberry mengandung resveratrol fitokimia yang kuat, yang secara alami memiliki anti inflamasi, anti pembekuan darah, meningkatkan memori, meningkatkan metabolisme lemak dan dapat menghambat stress oksidatif yang menyebabkan penyakit kanker paru-paru. Menurut Paul Gross PhD, dalan bukunya “Super Fruits”, mengkonsumsi buah ini secara teratur dapat menurunkan resiko penyakit jantung hingga 20%. Berries juga tinggi anthocyanin yang dapat membantu mengurangi kanker paru-paru dan saluran pencernaan.

3. Tomat dan Apel
Mengkonsumsi 3 buah tomat atau 5 buah apel seminggu dapat meningkatkan fungsi paru-paru sehat. Hal ini disebabkan oleh adanya phytochemical yang terdapat pada kulit buah tersebut. Zat ini merupakan antioksidan yang dapat melindungi saluran nafas dari iritasi eksternal. Seperti, polusi dan asap rokok. Selan itu tomat juga kaya akan beta karotein, vitamin A dan likopen, yang dapat memelihara kesehatan mata.

Selain mengkonsumsi buah-buahan segar di atas, sebaiknya Anda membiasakan diri untuk melaksanakan pola hidup sehat agar Paru-paru Sehat tetap terjaga. (Sumber : detik.com)

Info artikel menarik lain silahkan baca Cara Efektif Mencegah Penyakit TBC.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk info waralaba bisnis kuliner masakan Jepang Okonomiyaki dan Takoyaki silahkan pelajari info lengkapnya DISINI.

Pengetahuan Tentang Seksual wanita,Pria harus Tau.Sex Edukasi

Kebahagiaan dan kedekatan seksual waktu melakukan hubungan intim adalah hal yang penting tuk setiap pasangan. Untuk tersebut, penting b...